Kali ini kita akan membahas tentang karakter
Shinichi Kudo atau Conan Edogawa dari serial animanga Detektif Conan. Di
Jepang, Detektif Conan lebih dikenal sebagai Meintatei Konan.Serial yang menggunakan tema cerita yang sama dengan Sherlock Holmes
ini, yakni pemecahan kasus oleh para detektif, begitu populer beberapa
tahun silam. Animasinya diputar di salah satu stasiun televisi swasta
Indonesia secara maraton dengan animasi lain setiap hari Minggu (meski
sering ganti jam tayang). Anak-anak yang lahir tahun 90’an pasti akrab
sekali dengan sifat conan yang terbilang ‘jenius tapi unik’ ini, karena
serial animasinya dahulu merupakan tontonan paling disukai. Mungkin,
sekarang mereka (anak-anak yang lahir tahun 90’an itu) sudah pada gede
semua, ya? Sudah waktunya nikah. Hahaha…
Nah, bersama kepopuleran animasi lawas satu ini,berikut 5 sifat yang memberikan pelajaran berharga bagi penggemarnya.
1. Cermat dan Penuh Perhitungan
Bukan detektif andal namanya kalau tidak cermat dan penuh
perhitungan. Dalam sebuah kasus, terkadang hal-hal kecil dapat menjadi
petunjuk yang berpengaruh besar dalam pemecahan motif tersangka. Jangan
pernah menyepelekan apa pun dalam memeriksa tempat kejadian perkara,
karena bahkan jejak kaki saja menyimpan petunjuk atas sebuah kejadian.
Oleh karena itu, sifat Conan yang sistematis patut kita contoh. Ia
memperhitungkan segalanya dengan matang serta mengikuti logika yang
sehat. Ia juga cermat dalam mengamati semua bukti. Menurut Conan, orang
yang lalai, ceroboh, serta tidak berpikir panjang dalam melakukan
sesuatu adalah tipikal orang yang ‘gampang mati’ dan sangat disukai oleh
nasib tidak beruntung.
2. Tepat Waktu
Pepatah itu benar adanya, bahwa gadis-gadis lebih menyukai pria yang
tepat waktu karena menandakan dia seorang pria ‘gentle’. Tepat waktu
merupakan sifat Conan kedua yang pantas Minna-san contoh. Di dalam dunia
reserse (polisi yang mencari informasi rahasia), waktu merupakan
patokan awal yang harus mereka miliki. Itu dikarenakan waktu dapat
membuat perbedaan keadaan yang sedemikian rupa. Contohnya, di sebuah
taman kota tempat perkara pembunuhan terjadi ada sebuah gumpalan helai
rambut (yang mengandung DNA) tersangka, akan tetapi lima belas menit
kemudian hujan turun dan membuat gumpalan helai rambut yang bisa menjadi
petunjuk berharga itu hilang. Maka detektif yang baik semestinya selalu
bergerak cepat alias tidak bertele-tele. Oleh sebabnya, Conan selalu
datang paling awal ke tempat kejadian.
3. Gemar Baca Buku
Sifat Conan yang selanjutnya adalah gemar membaca buku. Ia sangat
suka membaca buku di waktu luang, seperti ketika menunggu temannya
datang, menunggu kereta di stasiun, jam istirahat sekolah, dan ketika
tidak ada guru yang mengajar. Buku juga sering menjadi referensinya
ketika menyelesaikan sebuah kasus. Semakin banyak membaca buku, semakin
banyak pengetahuan yang didapat. Semakin tinggi pula tingkat persentase
pula untuk mengetahui detail petunjuk dan memecahkan teka-teki yang ada.
Kebiasaan satu ini juga membuat Conan menjadi hafal sejarah sehingga
membantunya mengenal sebuah tempat. Sandi-sandi rumit yang ditinggalkan
oleh tersangka pun kerap berhasil diketahui artinya karena ia teringat
buku yang pernah ia baca.
4. Tidak Menyombongkan Diri
Kendati selalu berhasil menyelesaikan kasus dengan cemerlang, Conan
tidak pernah membusungkan dada dan berteriak bahwa semua ini semata-mata
berkat dirinya. Lihat, karena badannya yang mengecil, Conan menggunakan
alat peniru suara detektif Kogoro Mouri untuk menjelaskan kasus yang
dipecahkannya. Itu menjadikan bukti bahwa ia memang bukan tipikal
penyombong. Sebab, Kogoro Mouri-lah yang mendapatkan semua penghargaan
atas kerja keras Conan selama ini. Malah, ayah dari Ran itu rupanya yang
menjadi sombong tak terkira. Bahkan, ia pernah mengusir Conan seperti
lalat pengganggu karena sering merecoki lamunannya dengan banyak
pertanyaan. Conan hanya melakukan apa yang ia suka dengan antusias, itu
saja. Tidak peduli soal imbalan yang didapatkan. Itulah sifat Conan yang
pantas mendapat pujian.
5. Selalu Waspada
“Kejahatan terjadi bukan saja karena ada niat dari si pelaku,
melainkan karena ada kesempatan! Waspadalah! Waspadalah!” Mungkin
begitulah suara hati Conan, meski sedikit terdengar mirip-mirip Bang
Napi. Yeah, selalu waspada merupakan sifat Conan dan semua detektif
andal semacam James Bond. Mereka semua memiliki tingkat kewaspadaan yang
tinggi agar terhindar dari serangan musuh yang mendadak. Hei, bagaimana
pun musuh yang pintar akan berusaha melumpuhkan detektif berbakat agar
tindakan kejahatan mereka tidak terungkap.
Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar